PATUAN BOLATAN DALIMUNTHE

PATUAN BOLATAN DALIMUNTHE
PENENTANG KOLONIAL BELANDA

THE LEGEND OF RANTAU PARAPAT LABUHAN BATU SUMATERA UTARA INDONESIA - INDONESIA

Sikap perlawanan Patuan Bolatan Dalimunthe terhadap kesultanan Bilah itu juga berlangsung terus menerus bahkan diikuti para penerusnya.
Tapi, sikap kerasnya itu, berujung pada ‘penculikan’ salah seorang cucunya. Akibatnya, Raja Lembang Dalimunthe yang merupakan cucu Patuan Bolatan Dalimunthe

Tapi, dari sikap tegasnya itu membuat lemah pihak Kesultanan. Tak memilih banyak perlawanan, pihak Sultan justru mencari cara melakukan perdamaian. Memperjodohkan putrinya ke cucu Raja Patuan Bolatan Dalimunthe pun dilakukan.

 HUBUNGAN KESULTANAN BILAH DENGAN PATUAN BOLATAN DALIMUNTHE SETELAH KONFLIK YANG BERKEPANJANGAN

Kesultanan Bilah memilih pendekatan.
 Sehingga, Sultan Bilah menjodohkan putrinya Tengku Maharani untuk dipersunting oleh Mangaraja Lela Setia Muda Dalimunthe. Dan, islah nya kedua kekuatan ini menghasilkan kesepakatan menjadikan Mangaraja Lela Setia Muda Dalimunthe sebagai Penguasa dan Raja ( Sultan )
Api kemarahan Patuan Bolatan Dalimunthe, akhirnya padam.

Berdirinya kerajaan-kerajaan di bantaran Sungai Bilah, Labuhan batu sendiri sebenarnya memiliki hubungan erat dengan kerajaan di daerah Suku Angkola dan Suku Mandailing dan sekitarnya.
Dimana, Patuan Munthe salah seorang Raja yang berasal dari Keturunan Tongku Jolak Maribu Dalimunthe Yg Exsis Abad 10 M  Dan salah seorang putranya, yakni Raja Taromar Dalimunthe
 Raja Taromar, memilih merantau ke daerah Labuhan batu. Sepeninggal perantauannya dari Luar Wilayah Rantau Parapat Labuhan Batu , Raja Taromar Dalimunthe memilih membangun kekuasaan di Labuhan Jurung yakni daratan di bantaran Sungai Bilah yang kini masuk ke dalam wilayah Labuhan batu di kecamatan Rantau Utara.

Memilih Labuhan Jurung sebagai lokasi kekuasan karena di dasari banyaknya ketersediaan pangan. Khususnya, jumlah ikan jenis jurung yang ada di sungai itu.

 Raja Taromar membangun wilayah kekuasaannya sekitar tahun 1790 hingga awal tahun 1800 an.

Dari silsilah Raja Taromar Dalimunthe ini, kemudian muncul cerita tentang Raja Patuan Bolatan Dalimunthe. Yang merupakan cikal bakal berdirinya kota Rantau prapat Labuhan batu Sumatera Utara

Sementara, silsilah Raja Patuan Bolatan Dalimunthe sendiri memiliki dua orang putra.

Menurut Arifin Munthe, Patuan Bolatan Dalimunthe memiliki penerus masing-masing Raja / Sutan Muda dan Raja  / Sutan Dunia.

Raja / Sutan Muda Dalimunthe memiliki kekuasaan di wilayah Sibuaya.
Sedangkan Raja /Sutan Dunia memiliki kekuasaan di Desa Tebing Linggahara.

 Raja / Sutan Muda  sendiri, memiliki beberapa orang putra dan putri.
 Para keturunannya itu diantaranya :

1.Raja Sonja boru Dalimunthe

2.Raja Maisyah boru Dalimunthe

3.Raja Lembang Dalimunthe

4.Mangaraja Lela Setia Muda Dalimunthe

5.Raja Bendahara Lelawangsa Dalimunthe

Hubungan Kekerabatan Dengan SEMBILAN KERAJAAN

Selapan (delapan) kerajaan sendiri meliputi :

1.Kerajaan Gunung Maria yang merupakan kekuasaan Raja bermarga Nasution dan bergelar Tuanku Ali Panjang Jenggot. Dan memiliki hubungan karena pernikahannya dengan putri dari Raja / Sutan Muda Dalimunthe yakni Raja Sonja Boru Dalimunthe

2. Kerajaan Gunung Tinggi merupakan kekuasaan Raja Patuan Nalobi bermarga Ritonga.

3.Kerajaan Janji kekuasaan Raja bermarga Nasution.

4.Kerajaan Ringo-ringo

5. Kerajaan Rantauprapat.

6.Kerajaan Bandar Kumbul

7. Kerajaan Pinarik

8.Kerajaan Padang Laut.

9.KERAJAAN KUALUH

Sedangkan anak kedua Raja Taromar Dalimunthe yang merantau ke wilayah Kerajaan Kualuh (sekarang bahagian wilayah Labuhan batu Utara) memiliki garis keturunan pendirian dua kerajaan. Yakni :
kerajaan NA IX-X dan kerajaan Marbau.
https://www.sukuangkola.blogspot.com

Komentar

Postingan Populer