PENYEBARAN AGAMA ISLAM DIDAERAH DATARAN HUTAN TROPIS ANGKOLA SUMATERA UTARA - INDONESIA

Penyebaran Islam menurut sejumlah catatan catatan sejarah

Menurut Thomas Walker Arnold, sulit untuk menentukan bilakah masa tepatnya Islam masuk ke Indonesia. Hanya saja, sejak abad ke-2 Sebelum Masehi disebabkan orang-orang Ceylon telah berdagang dan masuk ke Nusantara  abad ke-7 Masehi.
 orang Ceylon mengalami kemajuan pesat dalam hal perdagangan dengan orang Cina  Hingga pada pertengahan abad ke-8 M orang Arab telah sampai ke Kanton

Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia

 Di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat.

Menurut :  Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkan teori masuknya Islam dalam tiga teori besar.

Pertama
teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke -6 - 7 M.

Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara
Sejarawan asal Italia, G. E. Gerini di dalam bukunya Futher India and Indo-Malay Archipelago, mencatat bahwa sekitar tahun 606-699M telah banyak masyarakat Arab, yang bermukim di Nusantara. Mereka masuk melalui Barus dan Aceh di Swarnabumi utara. Dari sana menyebar ke seluruh Nusaantara hingga ke China selatan.

Sekitar tahun 625M, sahabat Rasulullah Ibnu Mas’ud bersama kabilah Thoiyk, datang dan bermukim di Sumatera. Di dalam catatan Nusantara, Thoiyk disebut sebagai Ta Ce atau Taceh (sekarang Aceh). (Sumber : Akar Melayu, Kerajaan Melayu Islam Terawal di Nusantara, Kesultanan Majapahit, Realitas Sejarah Yang Disembunyikan [Hermanus Sinung Janutama]).

Berdasarkan catatan-catatan yang ada, mari kita coba mengungkap misteri, siapa sesungguhnya pemeluk Islam pertama asal Tanah Jawi.

1. Penganut Islam pertama, yang berasal dari Nusantara, kemungkinan adalah Para Leluhur Bangsa Aceh, yang ikut serta menghantar Ibnu Mas’ud ra. bersama kabilahnya.

Di dalam buku Arkeologi Budaya Indonesia, karangan Jakob Sumardjo, diperoleh informasi,  berdasarkan catatan kekaisaran Cina, diberitakan tentang adanya hubungan diplomatik dengan sebuah kerajaan Islam Ta Shi di Nusantara.

Bahasa Cina menyebut muslim sebagai Ta Shi. Ia berasal dari kata Parsi Tajik atau kata arab untuk Kabilah Thayk (Thoiyk). Kabilah Thoiyk ini adalah kabilahnya Ibnu Mas’ud r.a, salah seorang sahabat Nabi, seorang pakar ilmu Alquran (Sumber : Arkeologi Semiotik Sejarah Kebudayaan Nuswantara).

aceh1

2. Penguasa Nusantara, yang pertama memeluk Islam adalah Raja Sriwijaya yang bernama Sri Indravarman.

Pada sekitar awal abad ke 8, orang-orang Persia Muslim mulai berdomisili di Sriwijaya akibat mengungsi dari kerusuhan Kanton.

Dalam perkembang selanjutnya, pada sekitar tahun 717 M, diberitakan ada sebanyak 35 kapal perang dari dinasti Umayyah berkunjung ke Sriwijaya,  dan semakin mempercepat perkembangan Islam di kerajaan tersebut (Sumber : Sejarah Umat Islam; Karangan Prof. Dr. HAMKA).

Ditenggarai karena pengaruh kehadiran bangsa Persia muslim, dan orang muslim Arab yang banyak berkunjung di Sriwijaya, maka raja Srivijaya yang bernama Sri Indravarman masuk Islam pada tahun 718M (Sumber : Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Karangan H Zainal Abidin Ahmad, Bulan Bintang, 1979).

Sehingga sangat dimungkinkan kehidupan sosial Sriwijaya adalah masyarakat sosial yang di dalamnya terdapat masyarakat Buddha dan Muslim sekaligus.

Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Syiria. Bahkan disalah satu naskah surat adalah ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720M) dengan permintaan agar kholifah sudi mengirimkan da’i ke istana Srivijaya (Sumber : Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nsantara abad XVII & XVIII; Karangan Prof. Dr. Azyumardi Azra MA) (Sumber : Wikipedia : Kerajaan Melayu Kuno dan Hadits Nabi, Negeri Samudra dan Palembang Darussalam).

3. Penduduk pulau Jawa, yang pertama memeluk Islam adalah Pangeran Jay Sima (Suku Jawa) dan Rakeyan Sancang (Suku Sunda).

Pangeran Jay Sima…

Hubungan komunikasi antara tanah Jawa dan Jazirah Arab, sudah terjalin cukup lama. Bahkan di awal Perkembangan Islam, telah ada utusan-utusan Khalifah, untuk menemui Para Penguasa di Pulau Jawa.

Pada tahun 654M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin Affan, beliau mengirimkan utusannya Muawiyah bin Abu Sufyan ke tanah Jawa, yakni ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga).

Kalingga pada saat itu, di pimpin oleh seorang wanita, yang bernama Ratu Sima. Dan hasil kunjungan duta Islam ini adalah, Pangeran Jay Sima, putra Ratu Sima dari Kalingga, masuk Islam (Sumber : Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Karangan H Zainal Abidin Ahmad, Bulan Bintang, 1979). ( Sumber : Islam di Indonesia dan Jemaah Haji, Tempo Doeloe)

Rakeyan Sancang…

Mengenai siapa pemeluk Islam pertama di tataran Sunda, menurut Pengamat sejarah Deddy Effendie, adalah seorang Pangeran dari Tarumanegara, yang bernama Rakeyan Sancang.

Rakeyan Sancang disebutkan hidup pada masa Imam Ali bin Abi Thalib. Rakeyan Sancang diceritakan, turut serta membantu Imam Ali dalam pertempuran menalukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta ikut membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M) (Sumber : Islam masuk ke Garut sejak abad 1 Hijriah dan Jemaah Haji, Tempo Doeloe).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan Penambahan

beberapa bukti arkeologis kedatangan Islam di Nusantara diantaranya
pada abad pertama Hijriyah adalah :  ditemukan komplek pemakaman Mahligai, yang terletak di Kecamatan Barus Induk, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yaitu ;
Adanya Salah satu makam di komplek ini adalah makam Tuan Syekh Rukunuddin, beliau wafat malam 13 Syafar, Tahun 48 Hijiriah (sumber : makam mahligai Barus).

Kedua adalah : teori Gujarat

 India. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M.

Penaklukan Muslim di anak benua India terutama terjadi dari abad ke-12 M  hingga ke-16 M

Meskipun penaklukan Muslim sebelumnya termasuk invasi ke Afghanistan modern dan Pakistan dan kampanye Dinasty Umayyah di India , selama masa kerajaan Rajput di abad ke-8 M

Sultan Mahmud dari Ghazni , penguasa pertama yang memegang gelar Sultan  Se ideologis dengan kedaulatan dari Kekhalifahan Abbasiyah , menyerang  bagian besar Punjab , Gujarat , mulai dari Sungai Indus , selama abad ke-10 M Semasa Dinasti Rajendra Chola  Menyerang Sriwidjaya

Setelah penangkapan Lahore dan akhir Ghaznavids , Kekaisaran Ghurid diperintah oleh Muhammad dari Ghor dan Ghiyath al-Din Muhammad meletakkan dasar pemerintahan Muslim di India. Pada 1204, Bakhtiyar Khalji , yang invasi menyebabkan hilangnya Buddhisme dari India Timur , memimpin penaklukan Muslim di Bengal , menandai ekspansi Islam paling timur pada saat itu. Kekaisaran Ghurid segera berkembang menjadi Kesultanan Delhi yang diperintah oleh Qutb al-Din Aibak , pendiri dinasti Mamluk . Dengan berdirinya Kesultanan Delhi, Islam tersebar di sebagian besar anak benua India.

Pada abad ke-14
Dinasti Khalji , di bawah Alauddin Khalji , untuk sementara memperpanjang kekuasaan Muslim di selatan hingga Gujarat , Rajasthan dan Deccan , sementara dinasti Tughlaq memperluas jangkauan teritorialnya hingga Tamil Nadu .

Pecahnya Kesultanan Delhi mengakibatkan beberapa kesultanan dan dinasti Muslim muncul di seluruh anak benua India mungkin Sampai Nusantara dan sekitar Asia seperti Kesultanan Gujarat , Kesultanan Malwa , Kesultanan Bahmani dan Kesultanan Benggala yang kaya , sebuah negara dagang utama di dunia.
 Namun beberapa di antaranya diikuti oleh penaklukan kembali Hindu dan perlawanan dari kekuatan asli, dan negara-negara seperti Vijayanagaras , Gajapatis , Cheros , Reddys dan negara Rajput.

Sebelum kebangkitan penuh Kekaisaran Mughal yang didirikan oleh Babur , salah satu kerajaan bubuk mesiu , yang menganeksasi hampir semua elit penguasa di seluruh Asia Selatan , Kekaisaran Sur yang diperintah oleh Sher Shah Suri menaklukkan wilayah besar di bagian utara Sri Lanka. India. Akbar Agung secara bertahap memperluas Kekaisaran Mughal untuk mencakup hampir seluruh Asia Selatan, tetapi puncaknya tercapai pada akhir abad ke-17 M ketika pemerintahan di bawah kaisar Aurangzeb menyaksikan pembentukan penuh syariah Islam melalui Fatawa-e-Alamgiri .

Kerajaan Mughal mengalami penurunan besar-besaran pada awal abad ke-18 M setelah Afsharid penguasa Nader Shah 's invasi , serangan tak terduga yang malu bahkan Kerajaan Inggris .

Ini memberikan peluang bagi Kerajaan Mysore yang kuat , Nawab dari Bengal dan Murshidabad , Kekaisaran Maratha , Kekaisaran Sikh , Nizams of Hyderabad untuk melakukan kontrol atas wilayah besar di anak benua India.

Setelah Pertempuran Plassey , Pertempuran Buxar dan Perang Anglo-Mysore yang panjang , East India Company akhirnya mengambil alih kendali seluruh anak benua India. Pada akhir abad ke-18 M , kekuatan Eropa, terutama Kerajaan Inggris , mulai memperluas pengaruh politik atas dunia Muslim , serta memperluas ke anak benua India, dan pada akhir abad ke-19 M sebagian besar dunia Muslim sebagai serta anak benua India, berada di bawah dominasi kolonial Eropa, terutama Raj Inggris .

Ketiga, teori Persia.
 Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M.

Mereka berargumen akan fakta bahwa banyaknya ungkapan dan kata-kata Persia dalam hikayat-hikayat Melayu, Aceh, dan bahkan juga Jawa.

Selain itu pula, temuan Marco Polo juga menyatakan sebagai dampak interaksi orang-orang Perlak di Sumatera Utara, mereka telah mengenal Islam. Selama masa-masa ini, dinyatakan oleh Van Leur dan Schrieke, bahwa penyebaran Islam lebih terbantu lewat faktor-faktor politik alih-alih karena niaga.

 Pandangan lain dari AH Johns dan SQ Fatimi menyebutkan penyebaran Islam bertumpu pada imam-imam Sufi yang cakap dalam soal kebatinan, dan bersedia menggunakan unsur-unsur kebudayaan pra Islam dan mengisinya kembali dengan semangat yang lebih Islami

Melalui Kesultanan Tidore yang juga menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam sudah mencapai Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Kalau ahli sejarah Barat beranggapan bahwa Islam masuk di Indonesia mulai abad 13 adalah : tidak benar

 Abdul Malik Karim Amrullah berpendapat bahwa pada tahun 625 M sebuah naskah Tiongkok mengkabarkan bahwa menemukan kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatra  (Barus).

Pernyataan yang hampir senada dikemukakan Arnold, bahwa mungkin Islam telah masuk ke Indonesia sejak abad-abad awal Hijriah. Meskipun kepulauan Indonesia telah disebut-sebut dalam tulisan ahli-ahli bumi Arab, di dalam tarikh Cina telah disebutkan pada 674 M orang-orang Arab telah menetap di pantai barat Sumatera.

Pada tahun 30 Hijriyah atau 651 M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin Affan (644-656 M), memerintahkan mengirimkan utusannya (Muawiyah bin Abu Sufyan) ke tanah Jawa yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga).

 Hasil kunjungan duta Islam ini adalah raja Jay Sima, putra Ratu Sima dari Kalingga, masuk Islam.

Namun menurut Hamka sendiri, itu terjadi tahun 42 Hijriah atau 672 Masehi.

Pada tahun 718 M raja Srivijaya Sri Indravarman setelah pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (717 - 720 M) (Dinasti Umayyah) pernah berkirim surat dengan Umar bin Abdul Aziz sekaligus berikut menyebut gelarnya dengan 1000 ekor gajah, berdayang inang pengasuh di istana 1000 putri, dan anak-anak raja yang bernaung di bawah payung panji dan Baginda berucap terima kasih akan kiriman hadiah daripada Khalifah Bani Umayyah tersebut.

 Dalam hal ini, Hamka mengutip pendapat SQ Fatimi yang membandingkan dengan The Forgotten Kingdom Schniger bahwa memang yang dimaksud adalah Sriwijaya tentang Muara Takus, yang dekat dengan daerah yang banyak gajahnya, yaitu Gunung Suliki. Apalagi dalam rangka bekas candi di sana, dibuat patung gajah yang agaknya bernilai di aana. Tahun surat itu disebutkan Fatemi bahwa ia bertarikh 718 Masehi atau 75 Hijriah.

Dari situ, Hamka menepatkan bahwa Islam telah datang ke Indonesia sejak abad pertama Hijriah.

Selain itu, fakta yang juga tak bisa diabaikan adalah bahwa adanya kitab Izh-harul Haqq fi

AKU HARUS YAKIN !!!!!!
NB : SEJAK TAHUN 666 M ( 95 H )
DARATAN ANGKOLAhttps ://www.sukuangkola.blogspot.com




Komentar

Postingan Populer